17 November 2010

Selamat Idul Adha 1431 H

Alpari. Professional Services in Financial Markets.
Pelanggan yang terhormat,
Kami mengucapkan, selamat hari raya Idul Adha 1431 H dan selamat menunaikan ibadah haji kepada umat muslim di seluruh tanah air ini.
Semoga kita senantiasa mendapatkan hidayah, limpahan rahmat dan ridho-Nya, serta diampuni segala kesalahan kita.
Bagi yang sedang menunaikan ibadah haji, semoga diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji, diberikan keselamatan dan kesehatan hingga kembali di tengah keluarga, serta menjadi haji mabrur.

Amin Ya Rabbal 'Alamin
Hormat kami,
Alpari

08 November 2010

Perhitungan Method Moving Average

Moving Average memiliki beberapa method atau jenis perhitungan
  1. Simple Moving Average (SMA)
    Perhitungannya dengan menjumlahkan harga yang akan dihitung dibagi dengan period.
    Contoh:
    kita akan mencari nilai SMA dari 5 close price tiap candle, yang nilai close masing-masing candle adalah 5,7,2,9,3
    Code:
    SMA=(5+7+2+9+3)/5=5,2
  2. Exponential Moving Average (EMA)
    nilai EMA bisa dihitung menggunakan rumus berikut

    dilihat dari rumus di atas sangat mudah untuk menghitung nilai EMA karena hanya membutuhkan nilai harga sekarang dan nilai EMA sebelumnya. tapi jika diteliti lagi, darimana kita mendapatkan nilai previouse EMA ? yah kalau ada lagi data sebelumnya tinggal jawab aja dari EMA sebelumnya lagi

    sebenarnya EMA previouse itu adalah nilai SMA
    contoh perhitungan:
    nah data previouse EMA yang ke 6 itu diambil dari perhitungan:
    (25+24+28+24+26+27)/6 = 25,666667 (sama dengan menghitung nilai SMA)

    nah dari pernyataan diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa EMA akan memberikan signal lebih dini dibanding SMA.
  3. Smoothed Moving Average (SMMA)
    SMMA memiliki perhitungan bertahap.
    - untuk menghitung nilai SMMA awal sama dengan menghitung SMA yaitu (total data dibagi period)
    - untuk nilai SMMA ke dua dan seterusnya menggunakan rumus
    Code:
    SMMA(i) = (SUM1-SMMA1+applied price)/period
    contoh:
    kita akan menghitung nilai SMMA menggunakan period 3, dari data 1,2,3,4,5,6,7 dst bertahap dari 3 bar pertama
    SMMA = (PRICE 1 + PRICE 2 + PRICE 3)/PERIOD
    SMMA = (1+2+3)/3 = 2

    lalu SMMA pada bar ke 4 dihitung menggunakan rumus:
    SMMA = (PREVIOUS SUM - PREVIOUS AVG + data ke 4) / PERIOD
    SMMA = (6 - 2 + 4) / 3 = 8 / 3 = 2,67

    SMMA pada bar ke 5
    SMMA = (8 - 2,67 + 5) / 3 = 10,33/3 = 3,44

    SMMA pada bar ke 6
    SMMA = (10.33 - 3.44 + 6) / 3 = 12.89 / 3 = 4.30
    dst...
  4. Linear Weighted Moving Average (LWMA/WMA)
    Pembobotan nilai pada WMA tergantung dari period yang kita tentukan.
    semakin besar period maka semakin pesar pembobotan nilai perhitungannya.

    WMA bisa dihitung menggunakan rumus berikut


    contoh perhitungan

jadi dari type2 moving average di atas mana yang paling akurat untuk digunakan ?? jawabannya tergantung dari tradernya. jika selalu trading short term mungkin bisa menggunakan EMA / WMA karena lebih cepat memberikan signal perubahan trend. dan karena perubahan trend yang sangat cepat itu mungkin para trader long term akan lebih memilih SMA/SMMA untuk mengurangi false signal.
sks

Moving Average

As the name implies, the Moving Average is an indicator that will give the average value from price movements. there are several parameters that must be inputted when running this indicator
  • Period = Number of bar / candle that will be taken dhitung value of the last candle
  • Shift = Advancing moving average value based on a few candles in the input
  • MA method = method to be used in calculating the average value
  • Apply to = data candle that will be computed average rating
Period eg 15 and filled Apply to low, then the Moving Average shows the average value of the lowest prices from 15 the previous candle, and likewise if the Apply to High, the Moving Average shows the average value of the highest price of the 15 previous candle.
This indicator is usually used to determine price trends. if the price is above the Moving Average then trend up, and vice versa if it is under the Moving Average then the trend is down.

but in its development, this indicator can also be used such as:
  • Determine the pivot point.
  • took the angel of the moving average angle to determine whether the price is only a reversal or a new trend has formed.
  • entry point of the cross point of two MA 
  • and many more functions of the Supreme Court that applied to the custom indicator.
 
sks

Labels